PROFIL

KH.M FUAD RIYADI Spd, Pengasuh PONPES Roudlotul Fatihah Yogyakarta

KH.M Fuad Riyadi Lahir Yogyakarta,8 Okt 1970. Pendiri & pengasuh PonPes Tradisional Roudlotul Fatihah, Plered, Bantul, Yogyakarta. Ayahnya, Haji Ahmad Abdul Bakdi berdarah Kyai Abdurrouf Wonokoromo (keturunan Sunan Ampel dari jalur Sunan Bonang).

Ibunya, Siti Muyassarotul Maqosid adalah keturunan Kyai Nuriman Mlangi (cikal-bakal kampung santri Mlangi) dari jalur ayah (Kyai Sangidu Wonokromo/Mlangi) dan dari jalur ibu keturunan Kyai Cholil Wonokromo.

Sebelum mengasuh pesantren Roudlotul Fatihah, Kyai Fuad yang akrab disapa GUS FUAD mengaji agama sejak masa kanak-kanak dan menempuh perjalanan panjang nyantri ke beberapa kiai mumpuni dalam bidang ilmu agama antara lain:

Kyai Abdul Basith, Kyai Muhammad Busyro, Kyai Abdul Mukti, KH Abdul Muchith (ulama figh tempat rujukan para ulama Jawa) dan KH Khatib. Semuanya di lingkaran “desa – kiai” Wonokromo dan Jejeran,
Bantul. Beliau juga secara khusus mengaji ilmu pada KH Abuya Dimyati, Pandeglang, Banten, Jawa Barat (tokoh tasawuf rujukan ulama kaliber dunia). Dalam pertalian kekerabatan KH Abuya Dimyati memang masih uwak Kiai Fuad, namun perhatian beliau padanya begitu istimewa. Selain itu, dalam mahabbah, Kyai Fuad terkait keilmuan dengan Tuan Guru Ijai (Syekh Zaini Abdul Ghani, Martapura, Kalimantan Selatan). Bahkan, guru dari Tuan Guru Ijai yakni Habib Anis al Habsyi, Gurawan, Solo

Kyai kondang yang juga seniman ini juga pernah menjadi wartawan. Karya tulisannya sudah di media massa sejak Kelas 2 SMP. Tulisannya makin kuat setelah belajar pada Ragil Pragolopati. Beberapa karyanya tersebar di berbagai media massa baik lokal maupun nasional serta beberapa buku seperti : Risang Pawestri (1990), Aku Ini (1991), Catatan Tanah Merah (1992), Rumpun Bambu (1994), Begini-begini dan Begitu (1997), Gerbong (1998), Embun Tajalli (2000), Kampung Santri (2001), Cara Idiot Menjadi Kyai (2005) dan Islam Itu Gampang (2005) dll.

Menggelar pameran seni rupa baik tunggal maupun bersama. Pameran tunggalnya antara lain: Aura Dzikir, Bentara Budaya Yogyakarta (2009), Aura Dzikir Putih, Jogja Nasional Museum (2010), Locospiritual, Jogja Gallery (2011), Alif-Risalah Rajah Sosrokartono, Museum Kereta Api Bandung (2011) Kitab Lailatul Qodar, Taman Budaya Yogyakarta (2013).
GET UPDATE VIA EMAIL
Berlangganan artikel via email!